Semoga Tuhan Memberkati Mu Tahun ini

Saya mendoakan Anda, semoga Tuhan memberkati dan memberi panjang umur, sukses dalam pekerjaan

Jumat, November 26, 2010

Sayembara "Gong Perdamaian Nusantara"

SAYEMBARA WISATA LOMBA GAMBAR
"GONG PERDAMAIAN NUSANTARA" (GPN)

Pendaftaran dan Pengambilan Formulir :
Tanggal 25 Nopember - 2 Desember 2010 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara Sub Bidang Pengelolaan Obyek dan Sarana kepariwisataan.

Contak Person :
1. Jamli - HP. 08125567469 - 081254560795
2. Wagiman - HP. 081347071709

Total Hadiah :
Juara I - Rp.45.000.000,-
Juara II - Rp.32.000.000,-

Penyerahan Gambar :
Paling lambat Kamis, 9 Desember 2010 (hari kerja)

Technical Meeting :
Kamis, 02 Desember 2010 - pukul 11.00 wita
Tempat : Ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Demikian untuk diketahui.

www.tuanisianipar.blogspot.com

Kamis, November 25, 2010

Kutai Kartanegara: "Lokomotif Kebangkitan Ras Nusantara"

Kutai Kartanegara : "Lokomotif Kebangkitan Ras Nusantara"

Melalui penempatan "Gong Perdamaian Nusantara (GPN)" di Kutai Kartanegara serta tekad kuat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara beserta seluruh komponen masyarakat, saya yakin dari tanah Kutai ini akan menjadi "Sumber Kebangkitan Ras Nusantara" yang agung yang dapat memimpin peradaban dunia.

Pada masa lalu di tanah Kutai ini sudah melahirkan berbagai peradaban besar. Dinasti Warman yang bermula (Mula=Asal) dari tanah Kutai, pernah berjaya sampai ke Kamboja (daratan Asia sekarang) yang dikenal bernama Raja Jayawarman. Raja Kamboja yang berkuasa dan berjaya di Asia Tenggara pada sekitar abad 7-8 Maehi merupakan keturunan langsung Raja Mulawarman yang agung dari tanah Kutai.

Saya sangat menghargai semangat dan tekad Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menempatkan dan membangun Monumen Agung "Gong Perdamaian Nusantara" di tanah Kutai. Kita yang hadir diruang ini kelak dicatat oleh sejarah sebagai pelaku utama era kebangkitan Ras Nusantara.

Mulai saat ini, Tanah Kutai dicatat oleh sejarah dengan tinta emas, membawa era baru, era yang membanggakan sebagai "Sumber Spirit kebangkitan Ras Nusantara" yang agung.

The Spirit of Nusantara

The Spirit of Nusantara
Tiga Kelompok Ras Nusantara Masa Kini Menurut Presiden Perdamaian Dunia
oleh : "Djuyoto Suntani"


Pertama
Mereka yang lahir dan besar di Asia Tenggara, seperti Suku Jawa, Sunda, Batak,
China, Bugis, Minang, Bali, Aceh, Melayu, Philipino, Thai, Vietnam, Papua, dll.

Kedua
Mereka yang tinggal di luar tetapi memiliki hubungan sosial, sejarah dan budaya
dengan Asia Tenggara, seperti Barack Hussein Obama (Presiden Amerika Serikat)

Ketiga

Mereka yang memilih tinggal, berkarya dan mencari kehidupan di Asia Tenggara,
seperti grup musik Sufi DEBU, pemain bola Christian Gonzales, dll.

Gong Perdamaian Dunia

Eksitensi "Gong Perdamaian Nusantara" (Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Nusantara)
"Monumen Nusantara Raya" di Kutai Kartanegara, dengan ikon utama bernama "Gong Perdamaian Nusantara (GPN), yang menampilkan :
- Lingkaran Luar
: Logo 444 Kabupaten/Kota se-Indonesia

- Lingkaran Tengah : Logo 33 Provinsi se-Indonesia

- Lingkaran Dalam : * Tulisan "Gong Perdamaian Nusantara", * Sepasang Bunga (kiri-kanan), symbol keindahan dan keseimbangan, * Tulisan "Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Nusantara"

- Lingkaran Inti : simbol 5 Agama yang diakui secara resmi Bangsa Indonesia.

- Lingkaran Puncak : Peta NKRI (negara Kesatuan Republik Indonesia)

Seminar Sehari tentang Pengembangan Wisata

Seminar Sehari Tentang Pengembangan Wisata,
dengan Tema: Membuka Cakrawala Sejarah dan Budaya Kutai untuk Mendukung Pembangunan Monumen Gong Perdamaian Nusantara dalam rangka Meningkatkan Kunjungan Wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.
oleh: Djuyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia)

menyampaikan materi dalam Seminar Sehari (Kamis,25/11) di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara. Dalam seminar ini para peserta berasal dari SKPD Instansi terkait, Guru, Mahasiswa, SMU, Kepolisian, Budayawan, dlsb.

Sambutan Rita Widyasari (Bupati Kutai Kartanegara) yang dibacakan oleh Drs.H.Fahrodin (Plt. Kadis Budpar Kukar) menyampaikan, Gong Perdamaian Nusantara ini yang merupakan Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Nusantara dapat menjadi nilai tambah dan menjadi wisata handalan, sektor pariwisata akan menjadi harapan konsep pembangunan berkelanjutan, sejarah yang kita miliki mestinya kita ketahui untuk kita miliki.

Kemudian setelah masa istirahat, dilanjutkan dengan penyampaian materi: Periodesasi Ras Nusantara Memimpin Peradapan Dunia.
1. Periode Nusantara Purba
a. Pada 13.000-12.000 tahun Sebelum Masehi, Ras Nusantara dikenal sebagai Bangsa Atlantis menjadi "Pusat Peradaban Dunia".
b. Semua Peradaban besar dunia, seperti peradaban Mesir, Yunani, Romawi, Babilon, Mesopotania, India, China, Maya, Inca, Aztek, Persia, Yahudi, dll, berasal dari Nusantara Purba.
c. Ras Nusantara adalah Ras Unggul yang melahirkan semua peradaban besar dunia.

2. Periode Nusantara Zaman Masehi
a. Pada abad 0-1 Masehi Dinasti Warman di Kutai menyatukan Nusantara. Dinasti Warman yang dimulai=Mula, Mulawarman, berkembang menyatukan Nusantara sampai pada masa Jayawarman yang pusatnya bergeser di Kamboja sekarang. Masa Jaya 70 tahun, kemudian pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.
b. Tujuh abad kemudian (abad 7-8) bersatu lagi dalam Panji Kerajaan Sriwijaya di palembang sekarang. Masa jaya Sriwijaya berumur 70 tahun, kemudian pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara.
c. Tujuh abad kemudian (abad 14-15) bersatu lagi melalui kerajaan majapahit di Mojokerto-Jawa Timur sekarang. Usia 70 tahun, Majapahit melemah menjadi banyak kerajaan-kerajaan kecil di nusantara.
d. Tujuh abad kemudian (abad 20-21) bersatu lagi melalui Republik Indonesia dengan pusat di Jakarta. Menjelang usia 70 tahun (tahun 2015), Indonesia mulai banyak masalah, dirundung pertikaian.
e. Apakah HUT RI ke-70 tahun 2015, Ras Nusantara yang bersatu dalam Negara Republik Indonesia bakal "pecah" lagi?
f. Tugas kita bersama untuk mencegah jangan sampai pecah. Salah satu caranya yaitu melalui penciptaan dan pembangunan Monumen Nusantara Raya "Gong Perdamaian Nusantara" di Kutai Kartanegara ini yang menampung seluruh aspirasi daerah dalam "satu Gong".

3. Siklus Tujuh Abad Bersatu, 70 tahun Pisah
a. Ras Nusantara Zaman masehi punya hitungan siklus kehidupan tiap tujuh abad selalu bersatu, namun pada usia 70 tahun persatuan melemah, lantas bercerai. Masing-masing tokoh/raja bukin kerajaan-kerajaan (negara-negara kecil).
b. Uni Soviet dan Yugoslavia pecah pada usia 70 tahun. Uni Soviet yang super power, pada usia sekitar 70 tahun tiba-tiba pecah menjadi 15 negara merdeka. Yugoslavia pada usia sekitar 70 tahun, tiba-tiba pecah menjadi 6 negara.

4. "Gong Perdamaian Nusantara" sebagai Pemersatu Nusantara
a. kalau kita sudah tahu bahaya didepan mata yang mengancam perpecahan, maka mari kita sama-sama untuk mencegah. Salah satu caranya adalah dengan spirit "Gong Perdamaian Nusantara" sebagai "Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Nusantara".
b. Dalam struktur "Gong Perdamaian Nusantara" diakomodir secara adil semua logo/symbol daerah sehingga tidak boleh ada yang merasa tidak diperhatikan.

5. Membawa Kejayaan Ras Nusantara Raya
a. Dibali ancaman perpecahan, mari kita sama-sama bangkit bersatu untuk membangun, mengangkat dan membawa Kejayaan Ras Nusantara Raya agar mampu memimpin Peradaban Dunia sebagaimana dilakukan nenek moyang dulu.
b. Dari spirit Monumen Raya "Gong Perdamaian Nusantara" di Kutai Kartanegara ini diharapkan sebagai lokomotif menuju kejayaan Ras Nusantara.

Jumat, November 12, 2010

Sosialisasi PERBUP Nomor 19 Tahun 2010


Sosialisasi dan tindak lanjut mengenai Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2010 tentang Penempatan Tenaga Harian Lepas (THL)
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara melakukan Sosialisasi dan Tindak lanjut mengenai Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2010 tentang Penempatan Tenaga Harian Lepas (THL) yang berjumlah 70 orang yang ada di Disbudpar Kab. Kutai Kartanegara pada Jumat 12 Nop.2010 pukul 09.45 di ruang serba guna Disbudpar.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Drs.H.Fahrodin (Plh.Kadis Budpar) dan didampingi oleh Drs.Yanto Haryanto (Kabag Kepegawaian), dalam kesempatan ini dijelaskan secara rinci mengenai Perbup untuk menjamin kejelasan status dan pelaksanaan tugas-tugas dari Tenaga Harian Lepas (THL) dilingkungan Pemkab Kukar. Sebagai catatan bahwa THL ini pada awalnya adalah pegawai honor T3D (Tenaga Tidak Tetap Daerah) yang akhir-akhir ini tidak jelas statusnya. tetapi dengan adanya Perbup ini maka akan mermbuat para THL akan semakin tenang dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

THL merupakan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang diangkat dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan dan atau sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan. Pengangkatan THL bukan merupakan syarat dan bukan untuk diangkat sebagai CPNS. THL bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas teknis profesional dan administrasi pada SKPD atau unit organisasi lainnya dilingkungan Pememerintahan Daerah untuk jangka waktu yang ditentukan, demikian sebagian cuplikan beberapa pasal dalam Perbup Nomor 19 Tahun 2010.

Sesuai dengan Pasal 5 butir 2 dijelaskan besarnya penghasilan THL sbb:
SD (Rp.710.000,-), SLTP (Rp.766.720,-), SLTA/DI (Rp.830.480,-), DII (Rp.875.600,-), DIII (Rp.902.000,-), S1 (Rp.974.320,-), Pasca (Rp.1.004.960).

diakhir sosialisasi dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan.

www.tuanisianipar.blogspot.com

Kamis, Oktober 21, 2010

PROFESIONALISME KEPARIWISATAAN












































Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara untuk kesekiankalinya mengadakan terobosan dibidang SDM untuk meningkatkan kepariwisataan khususnya Kab. Kutai Kartanegara. Hari terakhir/penutupan Pelatihan Peningkatan SDM dan Profesionalisme Bidang Kepariwisataan (21/10) di lakukan di Samboja (Pantai Tanjung Harapan) Kutai Kartanegara. Peserta pelatihan sebanyak 50 orang berasal dari Kecamatan/Kelurahan se-Kabupaten Kutai Kartanegara, Mahasiswa, Instansi terkait, Pemuda, Guru, Karang Teruna.

Empat orang struktur khusus didatangkan dari ITB Bandung memberikan materi seperti, Yani Adriani ST (Karakteristik Pengunjung Wisata), Ir.Mantiri Paham MBA (Pelayanan Prima), Ir.Ina Herliana Kaswara (Dampka Pengunjung terhadap Pariwisata), Erni Nasution,ST.,MT (Interprestasi Dalam Periwisata Budaya).

Menurut Hj.Rusmalawati,SP (Panitia Pelaksana) menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan SDM dan Profesionalisme Kepariwisataan agar para peserta setelah kembali ke Kecamatan masing-masing bisa mengembangkan atau memberikan informasi kepariwisataan kepada para pengunjung yang datang ke daerah masing-masing. Masih menurut Hj.Rusmalawati,SP bahwa kegiatan ini adalah yang keduakali dan rencananya akan dilaksanakan tiap tahun.

Hari terakhir kegiatan para peserta diberi tugas untuk melakukan survei tentang lokasi obyek wisata Tanah Merah Samboja. Menurut mereka dari beberapa narasumber mengatakan bahwa Pantai Tanah Merah Samboja terbagi dalam dua zona, zona pertama adalah Tanjung Pude, disebut Tanjung Pude karena ada Pohon Pude (sejarah), dan menurut penduduk setempat bahwa pohon ini angker. Kemudian zona kedua setelah Tanjung Pude, 3 km lagi kedepan adalah Tanah Merah. Konon katanya, dulu terjadi tanah longsor (tanah pasir longsor kemudian menjadi batu dan dibawahnya ada mata air). Masih seputar pantai, menurut para pengunjung pantai ini merupakan pantai yang terbersih yang ada di Kalimantan Timur. Selain daripada itu infrastruktur menuju Pantai Tanah Merah Samboja sangat baik, banyak pohon pinus, pantai bersih, gazebo, dll, lokasi ini banyak digunakan para pengunjung seperti foto pra nikah, pesta laut, dll. Tapi masih ada kekurangannya seprti tidak adanya air bersih, mushola, penginapan yang kurang terawat, keamanan, pendamping, souvenir, warung.

Hj.Rusmalawati, SP diakhir kegiatan mengatakan bahwa rencananya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara akan membangun beberapa fasilitas pendukung seperti, mushola, lahan parkir, keamanan, pendamping tamu, gazebo (sebagian sudah dibangun), dan ini akan menjadi obyek andalan.

www.tuanisianipar.blogspot.com

Rabu, September 29, 2010

Pelatihan "Pemandu Wisata Terpadu"

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara (Rabu,29/9) pkl.09.00 wita mengadakan pelatihan "Pemandu Wisata Terpadu" di Pondok Jajak Indah Tenggarong. Pelatihan ini turut dihadiri oleh Drs.H.Fahrodin (Plt.Kepala Disbudpar), Drs.Asmuni Effendi (Kabid Pemasaran), Destha Titi Raharjana,M.si (Pusat Studi Kepariwisataan UGM DIY), Andi Muhdl'uddin (Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY), Dra.Hj.Srie Iriana (Disbudpar Prop. Kaltim).

Kabupaten Kutai Kartanegara selain dikenal sebagai daerah yang kaya akan SDA, juga dikenal sebagai Daerah Tujuan Wisata seperti Wisata Alam, Sejarah, Budaya, dls.

Untuk meningkatkan citra dan mutu produk serta pelayanan wisata diperlukan tenaga-tenaga pengelola dan pelaksana yang professional, seperti meningkatkan SDM bagi para pemandu wisata untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pengunjung yang datang ke Kutai Kartanegara melalui pelatihan Pemandu Wisata Terpadu yang bekerja sama dengan Pusat Sudi Kepariwisataan UGM Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prop. Kaltim.

Menurut Nurhansyah,S.Pd (Ketua Panitia) menjelaskan bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan pelatihan ini untuk memberikan tambahan pengetahuan dan pengenalan para pemandu wisata agar profesi sebagai pemandu wisata terampil dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, meningkatkan citra profesi pemandu wisata dalam meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan, dan nantinya mereka akan menjadi pemandu-pemandu wisata yang profesional dan handal dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu dihadiri sekitar 150 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa, UKM, Duta Wisata dari tahun 2006-2009, beserta para staf Disbudpar Kab. Kukar, dan berlangsung selama 2 hari (28-29 Spt 2010)

Rabu, Agustus 11, 2010

Album Danau Melintang



























































foto : tuani sianipar

Senin, Agustus 09, 2010

the 2nd Bali-TITex Expo 2010



























Pameran “the 2nd Bali-TITex 2010” (Trade-Investment & Tourism Expo) di Denpasar-Bali (5-8 Agustus) bertempat di Mal Galeria. Pameran ini merupakan sebuah kegiatan yang berskala nasional untuk mempromosikan produk-produk unggulan daerah dan pariwisata nasional untuk semakin dikenal luas oleh masyarakat, baik oleh masyarakat domestik, terlebih oleh masyarakat internasional. Dengan semakin banyaknya produk-produk budaya yang dipamerkan dalam the 2nd Bali-TITex 2010 ini maka nilai transaksi atas produk-produk ini semakin meningkat sehingga dapat memberikan krontribusi yang signifikan bagi perekonomian kita, dan pelancong baik dari dalam negeri maupun luar negeri akan semakin meningkat.

Pembukaan “the 2nd Bali-TITex 2010” (Trade-Investment & Tourism Expo) diawali dengan tarian dari Bali, kemudian Januaransyah Basuki (ketua panitia) dalam sambutannya menyampaikan, pameran ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan di Mal Galeria ini, pameran ini rutin dilaksankan karena Bali merupakan destinasi wisata dunia yang banyak dikunjungi baik itu domestik maupun luar negeri. Disini kita dapat mengambil peluang untuk memamerkan produk-produk wisata yang ada di daerah masing-masing.

Kemudian, Drs. Gede Darmaja,M.Si (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bali) dalam sambutannya, beliau mengawali dengan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, beliau mengingatkan agar jangan pernah lupa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkatnya, Indonesia mempunyai dibidang seni, kerajinan, objek yang luar biasa, potensi pariwisata yang luar biasa ini bagaimana kita memajukannya, untuk pengembangannya harus diimbangi dengan potensi-potensi lainnya, dalam pengembangan kepariwisataan kita peran swasta dan masyarakat harus mendukung. Kami dari Pemda (Bali) menyambut baik kegiatan ini, kami menitip pesan kepada peserta pameran yang dari luar Bali agar nantinya setelah kembali ke daerah masing-masing menginformasikan bahwa Bali aman dan kondusif. Saya mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan memberikan manfaat bagi Negara yang kita cintai ini. Dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan saran kepada panitia agar membuat evaluasi kegiatan dari tahun kemarin sampai dengan sekarang. Dengan demikian pameran dibuka secra resmi, ditandai dengan pemukulan gong.

Sebelum meninjau arena pameran, dilanjutkan dengan penampilan tim kesenian binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara yang disambut meriah oleh para pengunjung.

“the 2nd Bali-TITex 2010” (Trade-Investment & Tourism Expo) ini diikuti oleh Pemerintah Daerah dari seluruh Indonesia, BUMN & Mitra Binaannya, Perusahaan Swasta Nasional serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, seperti dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Prov. DKI Jakarta, Dinas Koperasi, UKM, Perindag & Pengelolaan Pasar Kab. Tanggamus, Disbudpar Prov. Bangka Belitung, PKBL PT Perkebunan Nusantara XI (Persero), Dinas Perindag Kota Medan, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Riau, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sumatera Selatan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Samarinda, Dinas Perindagkop Kab. Kutai Kartanegara, PT. Angkasa Pura I, Dinas Pariwisata Kab. Bangka Barat, PT. Pelabuhan Indonesia III, Bagian Perekonomian Setda Kota Tangerang, Kementrian Perdagangan RI, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian & Perdagangan Prov. Lampung, Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Prov. Sulawesi Tengah, Dinas Perindag dan ESDM Kab. Jember, Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Bekasi, Dinas Perindag Prov. Banten, Dinas Pemudan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Magelang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Pasuruan, Dinas Koperindag Prov. Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rote Ndao.

Dinas Kebudayaan dan Pariwsata Kab. Kutai Kartanegara memilih Bali sebagai tempat promosi karena Bali merupakan pariwisata dunia yang sudah dikenal dunia yang banyak dikunjungi, Bali merupakan daerah yang tepat untuk menyampaikan informasi terbaru perkembangan produk unggulan wisata dan kerajinannya yang ada. Dalam kesempatan ini Disbudpar Kab. Kutai Kartanegara juga menampilkan tim keseniannya untuk memperkenalkan kepada para pengunjung bahwa Kutai Kartanegara kaya akan kebudayaan.


www.tuanisianipar.blogspot.com



Selasa, Juli 20, 2010

BEPELAS

UPACARA ADAT SAKRAL MALAM BEPELAS (malam I - malam V)
Erau Adat Keraton Kutai Kerta Negara Ing Martadipura


Upacara Adat Malam Bepelas dimulai setelah Kepala Adat mengatur sembah kepada Sri Sultan untuk memulai kegiatan acara Adat Malam yang diwujudkan dalam tari-tarian yang satu dengan lainnya saling berhubungan satu kesatuan arti dalam makna antara lain:

Tarian Dewa Belian memuja Ayu yang bermakna untuk menjaga pohon Ayu dari perbuatan roh-roh jahat yang mengganggu acara Bepelas Sultan, dilanjutkan Tarian Dewa Memanah dengan mengelilingi Tiang Ayu yang bertujuan untuk membersihkan atau mengamankan sekeliling lingkungan baik di bumi maupun diangkasa/khayangan.

Menyisik Lembua Suana adalah dengan meletakkan uang logam atau uang kertas diatas karang Lembu Suana yang ditambak dari beras dengan 37 macam warna dihampar dan dibentuk ujud Lembu Suana diatas Tikar Bentian. Meletakkan uang tersebut terserah kepada yang bersangkutan apakah pada sisiknya, matanya, ekornya, tajinya dan lain-lain yang kesemuanya itu mengandung makna tertentu menurut niat yang meletakkan uang tersebut. Dalam menyisik Lembua Suana yang hadir diharuskan memakai busana warna hitam menurut adatnya.

Kemudian dilaksanakan Tarian Dewa Menurunkan Sangiang Sri Gambuh, Pangeran Seri Ganjur bermakna untuk meminta restu kepada Yang Maha Kuasa, dan dilanjutkan dengan Tarian Beganjur sambil mengitari rebak Ayu yang makna meronda menjaga keamanan.

Selanjutnya Tarian Dewa Memulangkan Ganjur ditampilkan yang melambangkan bahwa keadaan aman dan ditandai dengan Dewa dan Belian mulai membacakan mantra (bememang) di Rebak Ayu, memberitahukan kepada para Kemumulan, Sangiang dan lainnya bahwa Bepelas segera akan dimulai.

Setelah beberapa tarian Sakral dilaksanakan, maka Dewa, Belian, Penyuling, Damar Jujagat serta Aji-Aji Perempuan mengaturi Aji Sultan di dondang (Ratu disembah) akan Erau Bepelas.

Upacara Adat Bepelas memiliki makna untuk memuja sukma dan raga Sultan dari ujung kaki sampai keujung rambut memberi kuasa dan kekuatan sehingga mampu mengembang tanggung jawab sebagai raja untuk memelihara dan menegakkan adat.

Setelah upacara Adat Bepelas dilaksanakan, maka Dewa, Belian dan Suling mengantarkan Aji Sultan kembali ke dalam keraton, dan dilanjutkan dengan Tarian Dewa Besaong Manok, Bekanjar Ketore. Tarian ini menggambarkan kegembiraan bahwa Bepelas Sultan sudah terlaksana serta ditandai dengan mengambil Air Tuli dari tepian mahakam (pelabuhan) di depan keraton.

Kemudian seorang Dewa menuju ke gelanggang dengan mengenakan serudung kuning dan naik ke balai untuk menggoyak rendu (Dewa Menggoyak Rendu) yang kemudian dengan diiringi 2 orang pangkon bini. Dewa menghadap Sri Sultan mengaturi untuk bekanjar (menari) bersama-sama para Pangeran, Raden, Bambang Aji, Tokoh dan Tetuha serta hadirin yang hadir disertai bebuang Kamai (menghamburi) oleh Aji Ratu dan Aji-Aji bini.

Lalu para hadirin ikut serta dalam bekanjar bersama-sama mengelilingi Tiang Ayu dengan arah yang berlawanan Seluang Mudik Betebak Beras.

Pihak Laki berada dalam lingkaran sebelah luar dan pihak bini berada di dalam lingkaran sebelah dalam. Tiap kali belaluan (bepapasan) ditandai dengan saling menebakkan (melempar) beras yang sudah disediakan sambil bersuka ria.

Selanjutnya Dewa menjala yaitu Dewa berjalan perlahan sambil menyeret kain kuning seperti menyeret jala menagkap ikan, diiringi oleh Belian yang menyeret gubang (perahu) kecil terbuat dari kayu melalui Sri Sultan. Para Pangeran, Raden, Bambang serta segenap hadirin, masing-masing meletakkan uang kertas atau uang logam kejala kain kuning atau ke gubang yang diseret oleh Dewa dan Belian tersebut. Hal ini menggambarkan kegotong royongan antara raja dan rakyatnya dan ditutup dengan Belian menjuluk buah bawar yaitu Belian Bememang (membaca mantra) dengan membawa sepotong tongkat kayu dan menjuluk Buah Bawar yakni ketikai dan pisang sebagai tanda Acara Adat Malam Bepelas.

Sabtu, Juli 17, 2010

Hari kedua Lomba Mewarnai








































Hari terakhir (17/7) lomba mewarnai yang diselenggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kukar di ruang serba guna Disbudpar berlangsung dengan meriah, banyaknya peserta yang berminat dari orang tua yang mengantarkan anaknya untuk ikut lomba mewarnai.

Drs.H.Fahrodin (Kadis Disbudpar) dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia atas terselenggarakannya kegiatan ini, anak-anak harus lebih banyak belajar dan belajar terus sesuai dengan minat dan bakatnya, tumbuhkan daya kreatifitasmu anak-anakku. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung selama lima kali, disampaikan juga kegiatan ini sekaligus untuk mendukung 100 hari program kerja bupati dan wakil bupati yang baru. Fahrodin secara singkat menjelaskan bahwa Disbudpar akan membangun Patung Lembu Swana berdiri.

Sementara Rita Widya Sari (Bupati Kukar) dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pesta Adat Erau merupakan kegiatan rutin masyarakat Kutai yang memberdayakan dalam melestarikan budaya kita. Bupati berpesan kepada anak-anak agar dikembangkan seluas-luasnya bakat anak-anak, mari kita sebagai orang tua merlihat kemampuan/bakat anak-anak kita, ini adalah putra-putri terbaik kita, saya berharap agar naka-anak kita ini menjadi anak yang mandiri dan kreatif. Secara resmi loba mewarnai saya nyatakan resmi dibuka.

Setelah resmi dibuka Rita Widya Sari dan HM.Gufron menggoreskan lukisannya diatas kanfas yang telah disediakan panitia.

Para pemenang Lomba Mewarnai
Tingkat SD:
Favorit : Ardelia Jihan (SD Nurul Ilmi) - Rp. 250.000,-
Juara I : Amelia Pawestri (SD Muhammadiyah) - Rp. 1.500.000,-
Juara II : Alifa Nasywa Dhiya (SD 002) - Rp. 1.000.000,-
Juara III : Nazza (SD 009) - Rp. 750.000,-
Hrpn I : Yulinda Kartika (SD 002) - Rp. 500.000,-
Hrpn II : Safira (SD IT Nurul Ilmi) - Rp. 500.000,-
Hrpn III : Acay (SD 002) - Rp. 500.000,-

Tingkat TK :
Favorit : Nadiah (TK RA AS-Salam) - Rp. 250.000,-
Juara I : Sabina Gadis (TK ABA) - Rp. 1.500.000,-
Juara II : Suana (TK Bayangkara) - Rp. 1.000.000,-
Juara III : Riusy Della W (TK RA AS Salam) - Rp. 750.000,-
Hrpn I : Ana Dinda Dewantara (TK Pembina) - Rp. 500.000,-
Hrpn II : Diendha Fahira (TK Pembina) - Rp. 500.000,-
Hrpn III : N. Rizka Amalia - Rp. 500.000,-

Jumat, Juli 16, 2010

Lomba Mewarnai, Menggambar dan Melukis




























Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara menggelar kegiatan lomba mewarnai, menggambar dan melukis tingkat TK, SD dan SMP. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata dan untuk mensukseskan pesta Erau Adat Pelas 7 Benua yang dilaksanakan di lapangan parkir Kantor Bupati Kukar pada Jumat (16/7), kategori yang dilombakan adalah tingkat SD dan SMP. Peserta dari SD sebanyak 50 orang untuk kategori menggambar dan dari SMP sebanyak 50 orang untuk kategori melukis. Sementara untuk kategori TK dan SD akan diperlombakan pada esok harinya (17/7) dan masing-masing kategori diikuti 50 peserta.

Menurut dewan juri sebanyak 4 orang terdiri dari Eko, Daru, Sabar dan Triatmo menyampaikan bahwa standar penilaian terdiri dari: kerapian, ketepatan tema, komposisi/pewarnaan, kreatifitas diri, dan ketepatan waktu.

Kamis, Juli 15, 2010