Kongres Dunia CIOFF, 20-29 Okt 2017 - EIFAF, 22-30 Juli 2017 - Festival Kota Raja, 27 Spt-1 Okt

"Pelaksanaan Kongres Dunia CIOFF ke-47 Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 20-29 Oktober 2017 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia"

Rabu, Januari 26, 2011

PERISTIWA MERAH PUTIH

Habib Abdul Muthalib Bangkitkan Semangat Pejuang
PERISTIWA MERAH PUTIH
Sangasanga, 27 Januari 1947
Usai melihat dan berbincang mengenai tugu Kerukunan Umat Beragama di jl.Abdul Muthalib Sangasanga, penelusuran lokasi bukti sejarah Peristiwa merah Putih dilanjutkan ke tugu Habib Abdul Mutholib Kelurahan Serat Nanas, namun berada dalam pagar pekarangan rumah warga.

Bentuk tugu Haabib Abdul Mutholib ini hampir sama dengan tugu Kerukunan Umat beragama. Tinggi tugu sekitar 1 mtr terbuat dari cor beton yang dilapisi keramik berarna gelap. lagi-lagi taak ada huruf apalagi tulisan yang menjelaskan tentang keberadaan tugu tersebut.

 

Camat Sangasanga Abdurahman menjelaskan, Habib Abdul Muthalib merupakan pemuka agama yang juga ikut memimpin perjuangan melawan penjajah belanda pada tahun 1947 dalam Peristiwa Merah Putih. Disinilah letak rumah beliau (Abdul Muthalib) dulu, tempat diadakannya pengajian sekaligus membangkitkan semangat para jamaahnya untuk berjuang. Sekarang rumahnya sudah tidak ada, ulasnya.

Sementara Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sangasanga H Paiman, yang juga menyertai dalam penelusuran tersebut menjelaskan, mendiang Habib Muthalib selain seorang pemuka agama juga merupakan tokoh Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI). Paiman menyebutkan Habib Abdul Muthalib memiliki peranan penting pada Peristiwa Merah Putih 27 Januari yang merebut Sangasanga dari kekuasaan belanda. Habib Abdul Muthalib juga kerap mengikuti rapat peenting bersama pejuang lainnya untuk merencanakan serangan terhadap penjajah.

pada hari Jumat 25 Januari atau dua hari sebelum Peristiwa merah Putih, Habib Abdul Muthalib bersama pemuka agama lainnya mendoakan dan memompa semangat para perjuangan, supaya tidak gentar menghadapi penjajah. Saat salat Jumat, Habib Mutholib juga berdoa memohon kepada Allah SWT agar pejuang Merah Putih, para gerilyawan mendapat keselamatan dan berhasil dalam perjuangannya.

Sehingga pada 27 Januari, para pejuang dengan semangat berlipat berhasil menundukkan penjajah yang menguasai Sangasanga. Selain memberikan pengetahuan agama, Beliau ini senantiasa selalu bangkitkan semangat warga sangasanga untuk mengusir penjajah, dan Alhamdulillah berhasil, jelasnya.

Untuk mengenang dan menghormati jasa pemuka agama Islam Sangasanga tersebut, jalan yang melintasi kediman Habib Muthalib diberi nama jl. Abdul Muthalib. (3)
sUMBER : Kaltim Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar