Kongres Dunia CIOFF, 20-29 Okt 2017 - EIFAF, 22-30 Juli 2017 - Festival Kota Raja, 27 Spt-1 Okt

"Pelaksanaan Kongres Dunia CIOFF ke-47 Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 20-29 Oktober 2017 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia"

Kamis, Desember 16, 2010

Natal Bersama dengan Warga Binaan (Lapas)

Natal Bersama Panitia Natal GPIB Efata Tenggarong dengan
Warga Binaan (Lapas)
















Salah satu program kerja Panitia Natal GPIB Efata Tenggarong dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus adalah mengadakan Natal bersama dengan penghuni lembaga Pemasarakatan (Lapas) kelas IIB Tenggarong-Kutai Kartanegara (kamis 16/12/10) pukul 10.05 wita. Sebelum ibadah dimulai, sambil menunggu persiapan selesai, secara spontanitas para warga binaan menyanyikan satu lagu pujian yang memecahkan keheningan sejenak.

Ibadah dipimpin oleh Pdt.Yorinawa salawangi dari Lukas 2:7-12 menguraikan, ada kelahiran yang wajar dan kelahiran yang tidak wajar. Kelahiran Tuhan Yesus disebut kelahiran yang tidak wajar/biasa. Tuhan Yesus lahir dipalungan. Natal merupakan suatu toleran/tindakan dengan mereka yang diasingkan yang dianggap rendah. Kalau manusia mengasingkan kita tapi Allah tidak pernah mengasingkan kita. Disinggung mengenai tema Nasional dari Yohannes 1:9 dijelaskan terang sedang dalam proses, kita semua sedang dalam proses pembentukan, maukah kita semua dibentuk oleh firman Allah, maukah kamu menerima terang itu.
Sebelum ibadah ditutup, satu pujian persembahan dari Jemaat Efata Tenggarong.

Sebagai informasi, ada sekitar 75 orang penghuni Lapas yang beragama kristen, dan yang hadir saat Perayaan Natal sekitar 60an orang, mereka terdiri dari beberapa jemaat, ibadah dilakukan dua kali dalam seminggu yaitu Kamis dan Sabtu, dan jemaat yang melayani berasal dari jemaat yang ada di Tenggarong dan sudah ada scedul dari instansi terkait. Satu harapan mereka agar GPIB Efata Tenggarong di tahun 2011 tetap melayani.

Selanjutnya, pemberian bingkisan berupa perlengkapan mandi seperti odol, sikat gigi, rinso, sampo, sabun mandi sebanyak 65 paket, dan dilanjutkan dengan makan siang. Minimnya waktu yang diberikan membuat acara sedikit dipercepat karena pada pukul 12.00 siang harus kembali ke sel masing-masing.

www.tuanisianipar.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar