HORAS KUKAR – “Sekitar tahun 1992 atau 1993 mulai diadakan beribadah
dengan menggunakan gedung gereja Oikumene milik perusahaan tambang batubara di
desa Loa Ulung, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, waktu itu, selain Pospelkes
GPIB Hosana Loa Ulung, ada Katolik dan Pentakosta”, jawab saksi hidup salah satu warga jemaat, ketika wawancara
langsung.
Artinya, sudah 33 tahun
lamanya pelayanan GPIB Hosana Loa Ulung, Pospelkes dari GPIB Jemaat Efata
Tenggarong, yang sudah empat kali berpindah tempat ini.


