HORAS
KUKAR – Tahun 1980, atau 45 tahun yang lalu, paguyuban
Horas Sri Rejeki (HSR) Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, tetap terjaga
kerukunannya, dengan kepengurusan yang silih berganti.
Ditengah kebersamaan kerukunannya, HSR
Tenggarong sekitarnya gelar Perayaan Natal dengan mengusung tema: “Melalui Perayaan Natal Horas Sri Rejeki Kita
Menjaga Kerukunan Keluarga”, Sabtu (10/1/2026) pukul 17.00 bertempat di
gedung serba guna Alpa Omega GPIB Efata Tenggarong.
Pada perayaan natal ini, renungan disampaikan
oleh Pendeta
Feggi Mariani Salindeho-Beslar, menyampaikan secara luas tentang keluarga Yusuf
dan Maria yang taat kepada Allah.
“Kelahirannya
ada ditengah keluarga, melalui keluarga, Allah menyatakan keselamatan manusia”,
ujar Pendeta Feggi.
Pada kesempatan ini, pendeta Feggi menyampaikan,
bahwa setiap keluarga pasti ada pergumulan, tapi apapun itu harus dinyatakan
kepada Allah.
Lebih jauh, pendeta Feggi mengatakan, “Karya Allah
sungguh jauh dari apa yang kita pikirkan, dengan akal pikiran manusia tidak
dapat memikirkan karya Allah dalam diri kita”.
Ketua HSR Tenggarong, Dulman Sihombing, dalam
sambutannya mengatakan, bahwa paguyuban ini sudah saur matua, karena umurnya
sudah tua, semua anggota sudah punya cucu. Inilah tempat kita kota Tenggarong,
tempat kita menanam dan berbuah.
Sementara ketua panitia
natal HSR, D Rajagukguk mengucapkan terima kasih kepada semua anggota atas
bantuan hingga dapat terlaksana perayaan natal ini dengan baik.
Hal senada juga disampaikan
yang mewakili anggota HSR, Boy Pangaribuan, terima kasih kepada seluruh panitia,
semoga Tuhan menyertai kita semua.
Usai perayaan, pengurus HSR
Tenggarong mangulosi Pendeta
Feggi Mariani Salindeho-Beslar, kemudian manortor, dan semua anggota memberi
saweran hingga tangan pendeta Feggi penuh sampai ada yang jatuh.
KEDATANGAN TUHAN YESUS BERAKHIRLAH PENGHUKUMAN ALLAH
***
www.tuanisianipar.blogspot.com
FB / IG
/ youtube : Tuani Sianipar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar