Kongres Dunia CIOFF, 20-29 Okt 2017 - EIFAF, 22-30 Juli 2017 - Festival Kota Raja, 27 Spt-1 Okt

"Pelaksanaan Kongres Dunia CIOFF ke-47 Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 20-29 Oktober 2017 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia"

Senin, Maret 09, 2015

TVRI Kaltim bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kukar (4/3) mencoba menelusuri Desa Sumber Sari Taman Arum Kecamatan Loa Kulu yang berjarak 6 km dari jalan poros Loa Kulu. Suasana alam Desa Sumber Sari masih terasa alami, udara segar, pertanian yang subur menyegarkan pandangan kami saat memasuki desa tersebut.


Dirman mengatakan, sejak dilounching sebagai Desa Wisata sudah banyak pengunjung yang datang kesini. Wisata Edukasi merupakan salah satu wisata yang dapat ditawarkan kepada pengunjung, salah satunya "Tempe Bungkus Daun" yang sudah terkenal di Kecamatan Loa Kulu, bahkan banyak pembeli yang datang dari Samarinda. Disini pengunjung dapat mempelajari cara membuat "Tempe Bungkus Daun".

Wiran (pemilik usaha Tempe Bungkus Daun) mengatakan, bahwa keunyungan yang didapat bisa mencapai 2 juta perbulan. Dalam satu hari bisa laku antara 800 sampai 1200 bungkus. Juga dijelaskan kedelai sebagai bahan baku tidaklah susah dicari.

Wisata Edukasi selanjutnya, kami menuju Nursamsiah, salah satu pengrajin plastik limbah dari bahan peledak (blesting) yang baru satu tahun sebagai pengrajin. Dengan cetakan mengenyam kabel-kabel plastik menjadi sebuah tas cantik. Nursamsiah menjelaskan, dalam satu hari bisa membuat satu tas ukuran sedang dengan harga Rp.50.000,-, sedangkan satu tas ukuran besar dalam tiga hari sudah jadi. Satu buah tudung saji dihargai Rp.300.000,- dan anjat dihargai Rp.150.000,-. Dikatakan, penjualannya masih disekitaran Desa Sumber Sari. Disini pengunjung dapat belajar bagaimana cara pembuatan aneka kerajinan.

Penulusan kami selanjutnya, menuju "Goa Tambang", yang dulunya sudah ada sebelum merdeka. Menurut informasi masyarakat setempat, Goa Tambang ini dibangun oleh penjajah dan tidak diketahui siapa yang bangun.

Tampak Goa Tambang ini tidak terawat, banyak tiang-tiang penyangga yang sudah rusak dan lapuk, dan bahkan banyak yang hilang. Akses menuju ke Goa Tambang bayka ditumbuhi semak belukar, sehingga kalau kita berjalan harus menundukkan kepala, dan didepan mulut Goa Tambang ada sumur yang dipergunakan oleh masyarakat setempat untuk keperluan sehari-hari tanpa membuat rambu-rambu sehingga pengunjung yang datang bisa terperosok masuk sumur. Ini dialami salah satu kru telusur kami.

Sebenarnya Goa Tambang ini bisa dijadikan obyek wisata sejarah seandainya dibersihkan dan dirawat dengan baik.

Mari jelajahi alam Indonesia dan singgahi Desa Wisata Sunber Sari Kecamatan Loa Kulu. Masyarakat setempat sudah mempersiapkan menyambut pengunjung yang datang baik keluarga maupun kelompok atau komunitas. Ada beberapa Home Stay murah dengan menu makanan khas kampung dengan harga terjangkau. Tarif untuk satu malam bagi pelajar Rp.100.000,-/orang untuk tiga kali makan dan untuk umum Rp.125.000,- hingga Rp.150.000,-/orang untuk tiga kali makan. Disini pengunjung disuguhi layaknya hidup dikampung, Anda bisa membajak sawah, bercocok tanam padi, menanam sayur dan masih banyak lagi.

KENALI NEGERIMU ... CINTAI MNEGERIMU

www.tuanisianipar.blogspot.com
www.pariwisatakukar.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar