HORAS KUKAR – Ratusan warga jemaat mendatangi rumah duka di Loa
Tebu Tenggarong (9/2/2026) pukul 11.00 untuk melayat dan memberikan
penghormatan terakhir kepada almarhum Natasya Silomita Saragih Sitio, yang pada
Minggu (8/2/2026) pukul 11.04 di RSU AM Parikesit Tenggarong Seberang telah
dipanggil untuk pulang oleh Bapanya di surga.
Mengutip pernyataan
salah satu warga ketika Pendeta Feggi Mariani Salindeho-Beslar vikaris, menyebutkan “Saya tidak takut mati dan hidup karena Tuhan menjaga
saya”, ujarnya saat mengawali
renungannya pada ibadah pemberangkatan dari rumah duka.
“Semua penyakit dapat dijungkirbalikkan oleh Tuhan,
pemulihan dari Tuhan adalah pemulihan sejati, usaha kesembuhan dari diri kita
bukanlah sia-sia tapi Yesuslah jalan kehidupan kekal, Tuhan telah
menjungkirbalikkan kasurnya”.
Natasya Silomita
Saragih Sitio, lahir di Loa Tebu Tenggarong pada 17 Nopember 2002, siang tadi
pukul 12.00 telah dimakamkan di pemakaman milik GPIB Efata Tenggarong, di
Kelurahan Jahab.
Segenap warga jemaat GPIB Efata Tenggarong dan seluruh warga Batak menyampaikan
turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, kiranya Tuhan Yesus Kristus
memberikan penghiburan yang sejati bagi keluarga yang ditinggal.
KEMATIAN BUKAN BERARTI TUHAN GAGAL MENJAGA UMATNYA
***
www.tuanisianipar.blogspot.com
FB / IG
/ youtube : Tuani Sianipar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar