HORAS KUKAR – Tidak menginap, 12 jam perjalan pergi pulang,
melewati perkebunan, hutan, sepanjang perjalanan melewati jalan tanah
berkerikil dan bergelombang, serta dihadang banjir. Perjalanan pelayanan itu
harus ditempuh dengan suka cita.
Beliau adalah, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB
jemaat Efata Tenggarong, Pendeta Feggi Mariani Salindeho-Beslar, didampingi
beberapa Majelis dan anggota Pelkat PKB, melayani Ibadah dan Perayaan Natal
GPIB Jemaat Efata Tenggarong Pospelkes Getsemani Long Mesangat, Kutai Timur, Senin
(29/12/2025) pukul 19.00.
Gedung gereja tidak memungkinkan untuk menampung jemaat dan undangan,
serta denominasi gereja lainnya, sehingga dialihkan diluar dengan memakai
beberapa tenda. Jadwal ibadah awalnya pukul 18.00, tapi 20 menit sebelum
dimulai hujan sudah turun, dan sempat mati lampu, membuat rumput menjadi basah
dan tergenang air.
Sepanjang ibadah berlangsung hingga berakhir, hujan terus turun, tidak
membuat jemaat patah semangat untuk merayakannya.
Pendeta Feggi, dalam renungannya menjelaskan dengan
luas tentang siapa Terang itu, dan manusia menolak Terang itu.
“Ada orang yang tidak menyukai Terang, padahal Terang
untuk mengenal Allah, Terang itu datang kepada miliknya, tapi Terang itu ditolak
oleh manusia karena manusia menutup diri”, ujarnya.
Pada Perayaan Natal ini, turut hadir, Kepala Desa Sumber
Sari, Zakaria, mewakili Camat, Kapospol Long Mesangat, undangan demoninasi
gereja.
Sementara Kepala Desa Sumber
Sari, Zakaria, menyampaikan, Kita adalah saudara sebangsa, desa Sumber Sari
kaya akan keberagaman dan kuat dalam perbedaan. Zakaria, mengibaratkan Sumber Sari adalah sebuah
pelangi yang penuh warna-warni.
“Tetap optimis, Sumber Sari akan semakin maju,
dalam persatuan dan berkontribusi.
***
www.tuanisianipar.blogspot.com
FB / IG
/ youtube : Tuani Sianipar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar